Bahasa Inggris

Setelah sekian lama gak nulis, saya akan menulis hal-hal yang agak berbau sombong :wink:

Oke, kita mulai. Saat itu adalah pelajaran terakhir,  pelajaran bahasa inggris. Setiap siswa diminta untuk membuat karangan tentang “Parents” atau “GrandParents”. Yah, karena saya minim informasi tentang “Grandparents” saya, maka saya memilih mengarang tentang “Parents” saja, alias “Father”.

Ya ya ya… sialnya, saya masih tetap kekurangan informasi untuk menulis sebuah karangan yang hanya berisi 100 kata. Dan akhirnya… saya meminjam laptop teman saya, nyambung ke internet, dan mencari informasi tentang ayah saya. Saat itu saya punya ide tentang menuliskan lembaga pendidikan yang dibuat beliau. Tapi karena saya tidak tahu kapan tanggal dibuatnya, meluncurlah saya ke Google. Dan saya mengetikkan nama perusahaannya di Search Keywords: “XXX” (nama disamarkan) .Dan akhirnya, saya berhasil menemukan hal yang saya cari. Tetapi pada saat yang bersamaan, teman saya, sebut saja namanya Ivan, (padahal nama asli :P ) berkata (bila diterjemahkan ke bahasa Indonesia yang baik dan benar) :

Loh Rist, Ayah atau Ibumu ada yang lulusan situ ta?

Saya kaget, tetapi diam saja. Setelah berpikir sebentar untuk menentukan kata-kata yang akan saya lontarkan, akhirnya saya memutuskan untuk bilang :

Udah, nggak penting, nggak usah diurusilah…

Setelah itu dia terdiam sebentar, lalu ngeloyor pergi ke tempat lain. Saya tidak tahu apa yang dipikirkannya. Mungkin saja dia mengira Ayah/Ibu saya memang lulusan sana, dan mengira saya malu untuk mengakuinya. :twisted:

Yah… begitulah, salah satu cerita kerendahdirian saya *yang sangat tidak rendah diri :P *

Bayangkan…

September 27, 2009 The Great Rist Lawliet 3 komentar

Bayangkan anda sedang membaca sebuah blog. Ketika sedang membacanya, anda menemukan suatu artikel yang sangat menarik. Saking menariknya, anda tidak tahan untuk tidak memberi sebuah komentar.

Setelah anda menulis komentar yang anda inginkan dengan susah payah, tiba-tiba muncullah suatu fiktur laknat yang menghambat nafsu anda yang sudah hampir tercapai:

FITUR VERIFIKASI LAKNAT!!!!

Setelah anda mengutuk fitur laknat tersebut, bayangkan lagi anda mencari-cari cara untuk tetap dapat memberikan komen tersebut. Namun tidak ada cara yang berhasil sehingga anda terpaksa tidak bisa memenuhi hasrat berkomentar yang sudah menggebu-gebu.

Bagaimana perasaan anda? Saya yakin anda merasakan hal yang sama seperti saya, walaupun dengan penuh emosi saya masih tetap bisa posting hal menyebalkan ini. Cih, ini salah satu alasan saya ♥ WordPress. *sigh*

Oke, bagi anda yang punya blog di blogger atau memiliki masalah yang sama, saya menyarankan agar Anda-anda sekalian dapat menggunakan pengaturan komen yang akan saya beritahukan ini dalam blog Anda. Bila tidak, mungkin blog anda dapat masuk daftar blog-blog yang saya kutuk.

Oke, simpel saja, yang harus anda lakukan adalah : Buka Dasbor Blogger > Pengaturan > Komentar > Tampilkan verifikasi kata untuk komentar? > Pilih Tidak > Klik Simpan Setelan.

Bila anda :
1. Menuruti setting ini,
2. Telah menggunakan setting ini sejak lama, atau
3. Tidak memiliki masalah serupa walaupun menggunakan setting berbeda,

…maka saya ucapkan terima kasih banyak, karena berkuranglah daftar blog-blog yang harus saya kutuk kehadirannya. Sekian dan terimakasih. u_u

3 Bulan di Kelas Aksel

September 20, 2009 The Great Rist Lawliet 4 komentar


Yah, seperti yang saya ceritakan di postingan lalu, Kelas Aksel = AKu Tambah KeSEL, saya ternyata masuk kelas aksel secara dipaksa, walaupun awalnya kemauan sendiri :P
*menarik napas*
*hembuskan*

Dan sekarang… ku ingin berbagi pengalaman tentang kelasku, kelas aksel.

Yayaya~ Mulai dari mana ya? hmmm…
Pertama masuk kelas ini… semuanya pendiam… ya, pendiam… berkelompok dengan asal smpnya masing-masing…
Tapi setelah beberapa minggu, ternyata anggapan itu salah! Kami bisa lumayan kompak dan juga rame.
Oke, alasan dari “rame” itu salah satunya karena suara teriakan bayi yang dari smp ikut aksel yang selalu mengganggu kehidupan kelas yang tentram. :lol:
Ya, seperti yang sudah dapat diperkirakan, isi kelas ini PINTAR PINTAR!! walaupun ada juga yang gak genah termasuk saya. :mrgreen:
Dan… biar saya perkenalkan pada anda… Para Jenius aksel Coffee (nama kelasku)… jreng jreng~

1. Steven

Ya, anak ini memang bukan main pintarnya, sang peraih nun tertinggi di SMAN 3 Malang, kemampuannya tidak boleh diremehkan. ckckck :shock: . Dalam 3 bulan ini, dia hanya 1 kali remidi!! 1 kali saudara-saudara! Bayangkan!! satu kali!! *lebai* …ehm, dan itu semua karena Ekonomi, yang dimana 18 dari 20 orang remidi… ckckck. Well yeah, harap maklum, kami masih dalam tahap penyesuaian. :wink:

dan untuk yang kedua…

2. Nadia

Cewek dari Turen yang satu ini juga tidak boleh diremehkan. Anda tanya kenapa? HAHA! Baca Artikel berikut!!

a. Jago Matematika Dari Turen
b. Siswa Kepanjen Raih Prestasi Internasional
c. Kantongi Prestasi Tingkat Dunia

Walaupun ketiga artikel ini memiliki isi yang hampir sama (lha terus lapo ono 3??), mungkin ini sudah cukup untuk menunjukkan ke-sangatjenius-an siswa ini, si JMDT, Jago Matematika Dari Timur Turen. ckckck

Yap, yap, untuk saat ini, baru kedua murid itu yang kelihatan sinarnya. :lol: Mungkin saja beberapa saat lagi ada siswa lain juga yang menunjukkan kepintarannya misalnya saja saya. *dihajar*

Dan sekarang sudah selesai bulan puasa, tinggal beberapa minggu lagi kami menghadapi apa yang tidak dihadapi manusia-manusia biasa (baca:siswa reguler), dan makhluk terkutuk itu… bernama… UAS!!

Padahal kami amat sangat bersantai-santai!!

ARRRGGGHHH!!

Oke, sampai disini dulu perkenalan kelasnya… saya capek nulis
Doakan kami terutama saya selamat ya~
Arigatou Gozaimasu~

Kita Ini Nggak Bisa, Nggak Mau, atau Nggak Niat sih?

Karena sangat penasaran dengan berita-berita peng-klaim-an, saya jadi ingin tahu lebih lanjut, sebenarnya berapa banyak budaya Indonesia yang sudah diambil (dipatenkan, diklaim, dll.) orang?

Dan jawabannya:

TIGA PULUH!

Oke, karena sumbernya hanya dari 1 website, anggap saja itu perhitungan kasarnya…

T, Tunggu dulu, tiga puluh budaya???

Ya, mulai dari Batik sampai Tari Pendet.

Kembali ke pucuk permasalahan.
Mengapa mereka mengklaim budaya tersebut?

-Karena tidak diurus.
Mengapa budaya tersebut tidak diurus?

-Karena tidak bisa menghasilkan.
Mengapa budaya tersebut tidak bisa menghasilkan?

-Karena tidak ada “pasar”-nya
Mengapa tidak ada pasarnya?

-Karena tidak diolah dengan benar
Siapa yang seharusnya mengolah?

-Tentu saja, semuanya, masyarakat dan pemerintah…

Oke, sudah cukup pertanyaannya, saya capek mikir.

Mari kita pertanyakan pada diri sendiri, siapa yang harusnya mengolah budaya-budaya tersebut?
Misal saja jawabnya masyarakat. Tapi, dengan mental Bangsa Indonesia kebanyakan yang seperti sekarang (tidak inovatif), maka, susah rasanya bila harus dilimpahkan segala urusan tersebut pada masyarakat. Bagaimana dengan pemerintah? Oh, pemerintah. Pemerintah tidak bisa apa-apa tanpa bantuan masyarakat! Jadi? Ini menjadi sebuah siklus.

Solusinya seseorang harus memulai. Apa memulai saja? Nggak, nggak begitu saja. Seseorang harus memulai dan SUKSES. Ketika sukses, baru pemerintah dapat turun tangan. Sungguh berat yang harus dilalui hanya untuk melestarikan budaya sendiri…

Tunggu! Kalo udah sukses, bagaimana?

Kalo sudah, tentu budaya kita bakal eksis, dan diketahui secara nasional paling tidak, dan internasional kalau bisa. Negara lain pun untuk mengklaim harus pikir-pikir dulu.

Hei! Prosesnya terlalu lama! Dan belum tentu budaya kita disukai internasional, apalagi penduduk sendiri… apa tidak ada cara lebih cepat?

Hmmm, sebenarnya ada cara yang lebih cepat, kita gunakan saja cara yang digunakan Jepang.

Maksudnya??

Patenkan sendiri sebelum dipatenkan oleh Negara lain.
Oke, saya memang tidak tahu, apakah hal “Paten-Mematenkan” ini perlu biaya atau tidak,
tapi bukannya bila tidak perlu, sudah dilakukan sejak dulu? Think About It.

*sesi tanya jawab selesai*

Bila kita tanya diri kita sendiri, apa kita bisa? Tentu aja bisa. Bukan Nggak Bisa.

Apa kita mau? Tentu saja mau. Kan itu budaya kita, jadi harus dong! . Berarti Bukan Nggak Mau.

Apa kita niat? Nah, ini yang perlu dipertanyakan…

Tanyakan pada diri sendiri, bahkan nggak usah sampe budaya-budayaan lah, yang umum saja,

Apa Anda Niat?

Olimpiade Matematika Komputer?

Pertama-tama, ingin saya katakan bahwa terbesit keinginan saya untuk menghapus blog tercinta yang sudah berumur 1 tahun ini. Anda tanya kenapa? TANYA KENAPA? KENAPA???? *histeris*

KARENA BLOG INI SUDAH DIKETAHUI OLEH KELUARGA SAYA! DIBACA LAGI!!!

Apakah dampak dari ini semua??? DAMPAKNYA ADALAH!!! Adalah… adalah… emm… *garuk-garuk kepala*

Apa ya?

Oh ini dia dampaknya… MALU!
Waaaa… ada yang bisa ngasih solusi? Saya sudah kadung depresi ini…

*ngubah mood*

Oke, back to topic.

Apakah anda mengenal logo ini?

Read more…

Kelas Aksel = AKu tambah KeSEL

Wah… sudah lama rasanya tidak posting di blog ini… :mrgreen:

Semangat blog yang dulu meluap-luap, sekarang sudah memudar… Hehehe… :lol:

Okelah, sekarang, saya mau nulis tentang kelas saya yang baru, kelas akselerasi! :D

Wuahahhahaha…. bagaimanakah saya bisa masuk kelas yang notabenenya isinya orang-orang pintar ini???

Well, here we goes…

Ah, entah apa yang aku pikirkan waktu itu, tapi yang pasti, aku kebelet ingin daftar masuk aksel…

Jadi? Aku minta tolong diambilkan formulirnya ke orangtuaku :P

Sial, sungguh sial. Setelah merenung, berjam-jam, berhari-hari, bertahun-tahun, berabad-abad kuputuskan bahwa aku ragu untuk mengambil keputusan itu…

tetaaaapiiiiii!!!!!!

FORMULIRNYA SUDAH DIAMBIL!!! GYAAAAAAAAAA!!!!

Oke, walau formulir “ter”-ambil, tentu bisa dikembalikan ‘kan? :twisted:

Sayang, sungguh sayang, aku malah DIPAKSA untuk tetap mengikuti seleksi siswa aksel!!! :cry: Mengapa? Malu katanya, sudah ngambil, ndak dikembalikan… Wah, emang hal kayak gitu mencoreng nama baik ya? O_o. Juga katanya,

“Halah, kalo nggak lolos juga gak apa-apa, yang penting kamu sudah berusaha…”

Wogh, alasan yang amat sangat klasik sekali! :P

Setelah 8 jam psikotest, dan beberapa menit wawancara tentang motivasi di aksel dan kemampuan bayar SPP :P ,

Yah…. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak… ternyata…

Read more…

Hiatus Dulu Untuk Sementara…

Ah…Begitulah, untuk sementara waktu ini saya mau hiatus dulu, repot dengan kehidupan sekolah yang melelahkan… :(

Jadi mulai hari ini, 20 Juli, saya umumkan kalau blog ini… HIATUS!!! :P

Maaf ya yang udah datang kesini terus ngeliat postingan yang sama terus… :LOL:

Categories: Berita

Selamat!

Saya ingin mengucapkan selamat pada anda-anda yang nyasar ke blog ini. :D


http://mychictrove.files.wordpress.com/2007/09/birthday-cake.jpg

Read more…

Categories: Berita

How You Write Is Who You Are

Sering juga ya, kita sebel sama orang-orang yang komentar & tulisannya menimbulkan amarah yang terpendam dan tak terbalaskan :evil: .

Mungkin anda sudah pernah melihat komentar seperti itu, atau belum melihat jenis komentar seperti itu, atau malahan kalian sendiri yang menulis komentar seperti itu. :mrgreen:

Tapi kelihatannya, kebanyakan orang yang sudah sering berinternet pasti sudah sering melihat komentar yang menyebalkan ini (ataupun tidak, itu semua tergantung kamu sendiri :wink: )

Beberapa contoh yang menyebalkan, antara lain:

1. Cara Menulis Ala ABG

Danger Level : 2

Population: Average

OtaK VS NyoGoK Blum Tes aZa Dah BanYaQ yg NyoGok Apakah Uang Itu SgaLanya!!!

2. Cara Menulis  “Teriak”

Danger Level : 2

Population: Average

SAYA MOHO BADAN BLI AHRUS MENAYANGKAN LC ASIA OK,KNP WORD CAP 2022 SIH K LAMAAN, NUNGGU NIH?

3. Cara Menulis Ala SMS

Danger Level : 3

Population: Many

eh km tw gk kl ank n2 lho….

4. Cara Menulis Terbalik

Danger Level: 4

Population: Few

¿¿nɯɐʞ ɐuɐɯ ɐɯs ıp ɐɯıɹǝʇǝʞ

Pernahkah melihat yang seperti itu? Tentu pernah, kecuali anda tidak pernah buka internet. :mrgreen: Dan kutekankan, ini mengganggu, sangat mengganggu pembaca!! :evil:

Sudah jelas bukan, bila yang menulis komen seperti ini adalah pemula dalam berinternet, tidak mengerti etika. :lol:

Solusi agar hal seperti ini bisa berkurang (rasanya nggak mungkin kalo sampe nggak ada), adanya panduan berinternet. Tapi masalahnya, para peselancar internet, hanya “Watch And Run”, tidak peduli apa ada etika kek, ada aturan kek, masa bodoh. :(

Ada solusi lain? :mrgreen:

Categories: Hasil Ngelamun

SMP=Cowok, SMA & SMK=Cewek

Murid SMP itu mayoritas cowok, Murid SMA & SMK itu mayoritas cewek. :mrgreen:

*diklik jadi besar*

sumber: http://malang.psb-online.com

Categories: Nemu Di Jalan